Jakarta – Indonesia, bagi Duta Besar Aljazair Hamza Yahia-Cherif, sudah dikenalnya sejak masa kecil. “Indonesia, bagi saya, saat masih anak-anak, adalah simbol perjuangan melawan kolonialisme dan keadilan,” katanya saat ditemui SH, Selasa (6/11). Setahun setelah Konferensi Asia Afrika 1955, Presiden Soekarno, presiden pertama Indonesia berkunjung ke Aljazair. Presiden Soekarno yang dikenal rakyat Aljazair sebagai “Ahmed Sukarno” memberikan inspirasi perjuangan untuk merdeka.
“Indonesia menerima Aljazair yang waktu itu belum merdeka untuk menghadiri Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955,” kata Cherif.
Sekarang bagi Cherif, Indonesia adalah simbol, negara yang berhasil dalam transisi demokrasi dan berperan dalam arena internasional, khususnya di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah membuat Indonesia menjadi negara yang sangat dihormati di arena internasional. “Indonesia anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa, dan anggota dari tujuh atau delapan lembaga PBB, yang merefleksikan betapa Indonesia dilihat di arena internasional saat ini,” kata Cherif.
Secara pribadi, dia sangat menyukai suasana Jakarta di saat libur Lebaran. Bahkan, Jakarta dianggap kota yang paling cantik di dunia saat Idul Fitri. “Tidak hanya di Indonesia, tapi di dunia, terutama di hari-hari Lebaran,” katanya yang mengaku saat Idul Fitri antara rumahnya di Pondok Indah dan kantornya di Kuningan dapat ditempuh dalam 15 menit, bukan dua jam seperti biasanya.
Selama tiga tahun menjadi duta besar di Indonesia, Cherif pernah mengunjungi Medan, Lombok, Bali, Solo, Yogyakarta, dan Bandung. Kota Kembang di Jawa Barat tersebut bahkan dikunjunginya berkali-kali. Menurutnya, suasana Kota Bandung mirip dengan kampung halamannya, Setif. “Saat saya berjalan di Jalan Asia Afrika, saya merasa berjalan di Setif,” katanya. Bahkan, saat kerabatnya berkunjung ke Indonesia, dia mengajak mereka ke Bandung untuk memperlihatkan betapa miripnya kedua kota tersebut.
Karena kedua kota tersebut memiliki banyak persamaan, Cherif kini mengajukan inisiatif untuk membentuk program kemitraan “Kota Kembar” (sister city), antara Bandung dan Setif. Selain banyaknya kemiripan suasana dan bangunannya, kota kelahiran Hamza, Setif, merupakan awal perjuangan bangsa Aljazair dalam merebut kemerdekaan dari Prancis. “Pada 8 Mei 1945 dalam aksi demonstrasi di Setif, lebih dari 100.000 warga, anak-anak dan perempuan meninggal dunia oleh tentara Prancis, sementara di Bandung, merupakan awal perjuangan banyak bangsa Asia Afrika untuk merdeka,” paparnya.Komisi Bersama
Hubungan bilateral Indonesia dan Aljazair secara politik tengah berjalan sangat baik. Bahkan, kedua menteri luar negeri dari masing-masing negara berencana membentuk Komisi Bersama pada awal tahun depan. Maka Cherif tengah berinisiatif mengajak para pengusaha Indonesia untuk mengunjungi Aljazair. “Duta Besar (Indonesia) Yuli Mumpuni akan berusaha menarik minat pengusaha Indonesia ke Aljazair. Saya juga akan mengundang mereka hanya untuk berkunjung dan melihat-lihat keindahan Aljazair,” kata Cherif.
Menurutnya, jika kedua pihak telah mengenal maka hubungan-hubungan yang lain akan cepat berkembang. Dubes Hamza mengungkapkan Pertamina dan perusahaan minyak Aljazair, Sonatrac akan menegosiasikan beberapa kontrak dalam waktu dekat. Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto juga mengundang menteri Aljazair ke Indonesia. (natalia santi)
“Indonesia menerima Aljazair yang waktu itu belum merdeka untuk menghadiri Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955,” kata Cherif.
Sekarang bagi Cherif, Indonesia adalah simbol, negara yang berhasil dalam transisi demokrasi dan berperan dalam arena internasional, khususnya di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah membuat Indonesia menjadi negara yang sangat dihormati di arena internasional. “Indonesia anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa, dan anggota dari tujuh atau delapan lembaga PBB, yang merefleksikan betapa Indonesia dilihat di arena internasional saat ini,” kata Cherif.
Secara pribadi, dia sangat menyukai suasana Jakarta di saat libur Lebaran. Bahkan, Jakarta dianggap kota yang paling cantik di dunia saat Idul Fitri. “Tidak hanya di Indonesia, tapi di dunia, terutama di hari-hari Lebaran,” katanya yang mengaku saat Idul Fitri antara rumahnya di Pondok Indah dan kantornya di Kuningan dapat ditempuh dalam 15 menit, bukan dua jam seperti biasanya.
Selama tiga tahun menjadi duta besar di Indonesia, Cherif pernah mengunjungi Medan, Lombok, Bali, Solo, Yogyakarta, dan Bandung. Kota Kembang di Jawa Barat tersebut bahkan dikunjunginya berkali-kali. Menurutnya, suasana Kota Bandung mirip dengan kampung halamannya, Setif. “Saat saya berjalan di Jalan Asia Afrika, saya merasa berjalan di Setif,” katanya. Bahkan, saat kerabatnya berkunjung ke Indonesia, dia mengajak mereka ke Bandung untuk memperlihatkan betapa miripnya kedua kota tersebut.
Karena kedua kota tersebut memiliki banyak persamaan, Cherif kini mengajukan inisiatif untuk membentuk program kemitraan “Kota Kembar” (sister city), antara Bandung dan Setif. Selain banyaknya kemiripan suasana dan bangunannya, kota kelahiran Hamza, Setif, merupakan awal perjuangan bangsa Aljazair dalam merebut kemerdekaan dari Prancis. “Pada 8 Mei 1945 dalam aksi demonstrasi di Setif, lebih dari 100.000 warga, anak-anak dan perempuan meninggal dunia oleh tentara Prancis, sementara di Bandung, merupakan awal perjuangan banyak bangsa Asia Afrika untuk merdeka,” paparnya.Komisi Bersama
Hubungan bilateral Indonesia dan Aljazair secara politik tengah berjalan sangat baik. Bahkan, kedua menteri luar negeri dari masing-masing negara berencana membentuk Komisi Bersama pada awal tahun depan. Maka Cherif tengah berinisiatif mengajak para pengusaha Indonesia untuk mengunjungi Aljazair. “Duta Besar (Indonesia) Yuli Mumpuni akan berusaha menarik minat pengusaha Indonesia ke Aljazair. Saya juga akan mengundang mereka hanya untuk berkunjung dan melihat-lihat keindahan Aljazair,” kata Cherif.
Menurutnya, jika kedua pihak telah mengenal maka hubungan-hubungan yang lain akan cepat berkembang. Dubes Hamza mengungkapkan Pertamina dan perusahaan minyak Aljazair, Sonatrac akan menegosiasikan beberapa kontrak dalam waktu dekat. Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto juga mengundang menteri Aljazair ke Indonesia. (natalia santi)