diplomasi aljazair

Meski kerap dirundung pertikaian, Aljazair punya pengaruh diplomasi kuat di kawasan afrika dan timur tengah. aljazair pernah diminta Iran menjadi negosiator dengan Amerika Serikat dalam kasus penyanderaan 52 warga AS di Iran pada 1980. Aljazair juga dikenal sebagai pendukung kemerdekaan bangsa-bangsa, termasuk Palestina.
Meski menyebut dirinya sebagai negara yang sudah menjalankan demokrasi, baik Aljazair, Mesir, maupun Etiopia baru menjalankan demokrasi itu seperti kita pernah menjalaninya pada masa pemerintahan Orde Baru dulu. Bagi negara-negara barat, Aljazair di masa transisi ini lebih baik melaksanakan sistem demokrasi meskipun belum maksimal dengan pengawalan militer yang kuat, daripada dihinggapi situasi tidak stabil yang menyemai tumbuhnya gerakan Islam radikal dan pada gilirannya mengancam kepentingan negara-negara Barat. Rakyat Aljazair yang memberi suara perpanjangan jabatan kepada Presiden Bouteflika tentu berharap ada kesinambungan program reformasi yang telah bergulir sejak periode jabatan pertamanya dengan memanfaatkan kestabilan harga minyak dan gas yang telah memperkuat cadangan devisa negara hingga mencapai 21,5 miliar dollar AS pada akhir tahun 2003.
Prioritas hubungan luar negeri Aljazair mendatang diperkirakan difokuskan pada usaha menggerakkan kembali UMA sebagai organisasi yang strategis dalam menggalang persatuan dan kerja sama di tingkat regional. Prioritas lain adalah menggalang dan mengembangkan hubungan internasional dengan negara-negara Liga Arab, Afrika (African Union/AU), Mediterania, negara-negara Barat (UE, Amerika Serikat, dan Kanada), dan negara-negara berkembang lainnya di Asia dan Amerika Latin, disamping menggalang kerja sama di forum internasional, seperti kerja samaSelatan-Selatan pada GNB, G-15, G-77, OKI, dan lain-lain.
Aljazair juga mempunyai prioritas lain dalam hubungan luar negerinya, yaitu memainkan peranan dalam forum internasional guna memulihkan citra dan kredibilitas Aljazair di mata internasional, khususnya di mata negara-negara Barat, akibat aksi-aksi gangguan keamanan atau aksi teroris di dalam negeri. Aljazair selalu menyatakan dalam berbagai forum internasional mengenai perlunya pemberantasan terorisme melalui kerja sama internasional.
Selain itu, Aljazair juga telah mulai membuka diri. Bahkan, mengundang para peninjau internasional yang ingin melihat secara langsung situasi di Aljazair. Negara, organisasi internasional, dan LSM yang telah berkunjung keAljazair sejak tahun 1998 antara lain delegasi Troika Uni Eropa yang terdiri dari Inggris, Austria, dan Luksemburg; Parlemen Eropa “A panel of eminent personalities” sebagai misi informasi Eropa, dan Amnesty Internasional.