Peluang Investasi Indonesia di Aljazair

Kelompok Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pelaku usaha Indonesia (PT. Virama Karya, PT. Laminar Tradindo dan Yola Consultant) mengadakan kunjungan ke Aljazair pada tanggal 4 – 9 Mei 2002, kelompok tersebut mewakili bidang usaha konstruksi infrastruktur dan perumahan, pengelolaan air limbah dan lingkungan hidup, pertanian dan perdagangan umum, dengan maksud kunjungan untuk melakukan penjajakan awal untuk menggali berbagai peluang usaha yang tersedia disamping untuk menggunakan secara optimal momentum pelaksanaan pembangunan yang sedang berlangsung dan terbuka luasnya pasar domestik di Aljazair.

Dalam pertemuan antara BUMN dan pelaku usaha Indonesia dengan pelaku usaha Aljazair, mendapatkan masukan berbagai peluang usaha awal bagi Indonesia untuk eksis secara nyata baik dalam proses pembangunan di Aljazair termasuk potensi pasar domestik bagi ekspor produk dan komoditi Indonesia.

Tawaran peluang usaha awal tersebut antara lain adalah, Perencanaan dan pembangunan perumahan/ apartemen + 2(dua) juta unit untuk masa dua tahun mendatang, fasilitas infrastruktur seperti jalan, jembatan, bendungan, water supply dan water treatment, pelayanan umum seperti rumah sakit, perhotelan, real estate dan kawasan industri.

Peluang usaha lain yang berupa aplikasi bioteknologi seperti pembuatan pupuk organik (kompos) dari limbah sampah atau bakteri, proses perencanaan dan pengelolaan limbah cair, penyulingan air laut (desalinated water).

Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) mendapatkan peluang juga yaitu berupa pengiriman tenaga ahli struktur dan bangunan untuk mendukung kapasitas sumber daya pengembang dan kontraktor lokal Aljazair yang dewasa ini menghadapi kekurangan.

Bidang Ekspo/impor, pihak Aljazair memberikan peluang pada kebutuhan pasar domestik terhadap komoditi Indonesia berupa kayu lapis, produk kayu, pulp dan produk kertas lainnya, bijih plastik (polypropilene) dan produk plastik lainnya, bahan baku sabun/ deterjen (soap noodles), susu bubuk dan suku cadang kendaraan bermotor.

Berkaitan dengan peluang yang diberikan oleh pihak Aljazair yaitu aplikasi bioteknologi di bidang waste water management system termasuk penjualan bakteri yang hanya ada di Indonesia, pengolahan air limbah menjadi air bersih, penyulingan air laut serta teknologi pembangunan infrastruktur Kementrian Sumber Daya Air, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kementrian Pembangunan Perumahan Aljazair menyambut secara positif atas kunjungan kelompok BUMN dan pelaku usaha Indonesia tersebut.

Dilain pihak KBRI Alger di Aljazair mengharapkan, agar hasil dari kunjungan tersebut dan peluang yang telah diberikan akan diikuti dengan komitmen untuk menindaklanjutinya secara nyata.

Ekonomi

Skala ekonomi Aljazair menempati urutan ketiga di benua Afrika setelah Afrika Selatan dan Mesir. Kaya akan cadangan minyak bumi dan gas alam, bahkan dijuluki sebagai “gudang minyak Afrika Bagian Utara”. Luas total daerah dengan cadangan minyak dan gas alam tercatat 1,6 juta kilometer persegi. Cadangan minyak yang telah terdeteksi mencapai 1,255 miliar ton, menempati peringkat ke-15 di dunia. Cadangan gas alam mencapai 4,52 trilyun meter kubik, menempati urutan ke-7 dalam hal cadangan maupun hasil produksi. Industri minyak bumi dan gas alam adalah soko guru ekonomi Aljazair. Pertanian berkembang lamban, kebanyakan bahan makanan dan barang untuk keperluan sehari-hari diimpor dari luar negeri.