Memoles Citra, Menggalakkan Wisata

 

Aljazair, sering dikaitkan dengan tindak kekerasan dan aksi teror. Citra ini hendak diubah, dengan membuka negaranya bagi para pelancong.Dengan dana petro dollar, Aljazair membangun sarana wisata secara besar-besaran.

 

 

 Aljazair,negara yang terletak di bagian utara Afrika ini, diwaktu belakangan sering  mendapat sorotan dunia, dengan terjadinya berbagai rangkaian aksi tindak kekerasan dan teror. Untuk mengubah citra negaranya, berbagai langkah dilakukan. Antara lain dengan membuka negaranya, bagi kegiatan  wisata. Langkah kearah itu disiapkan. Tidak hanya dengan menggelar  promosi wisata  diberbagai negara, termasuk di Eropa. Melainkan juga  membangun secara besar-besaran sarana pendukung  kegiatan pariwisata. Untuk membangunnya,  pemerintah Aljazair, tidak memikirkan masalah dananya.  Kekayaan minyak yang dimilikinya, memungkinan untuk melakukan pembangunan  sarana  wisata secara besaran-besaran.  Apalagi saat ini harga minyak bumi dipasaran dunia meningkat dengan drastis. Dengan menggalakkan kegiatan wisata, Aljazair hendak memoles citranya, dengan menjadikan negaranya sebagai tempat  tujuan wisatawan:

Untuk membangun sarana pariwisata dinegaranya, pemerintah Aljazair mengandalkan pendapatan minyak bumi. Dengan harga minyak bumi yang melejit mencapai 120 dollar perbarel diwaktu belakangan, pundi-pundi  pemerintah Aljazair semakin penuh dengan petro dollar.  Pada tahun 2006 lalu, Aljazair menangguk penghasilan dari penjualan minyak  mencapai 253 miliar dollar. Tahun 2007 lalu , angkanya  meningkat. Diperkirakan tahun ini, jumlahnya akan semakin meningkat.Nah dengan modal dana petro dollar itu, Aljazair melirik kegiatan wisata, dan melancarkan promosi  untuk menarik minat  pelancong  berkunjung kenegaranya.  Pemerintah Aljazair mencanangkan untuk ikut ambil bagian menikmati pertumbuhan usaha pariwisata didunia  yang tahun lalu mencapai angka enam persen. Aljazair memiliki kawasan yang dapat ditawarkan kepada para wisatawan. Antara lain, kawasan gurun Sahara, yang menarik bagi pelancong yang senang bertualang. Seperlima kawasan gurun Sahara dimiliki Aljazair. Selain itu, Aljazair memiliki puing reruntuhan  kerajaan Romawi. serta kawasan alam yang belum  terjamah.  Meskipun Aljazair memiliki kawasan pantai sepanjang 1200 km, negara ini hanya mampu menggaet  satu persen dari jumlah wisatawan yang melancong  kekawasan  Laut Tengah. Menteri Pariwisita Aljazair Cherif Rahman menyampaikan target yang hendak dicapainya. Yakni pada tahun 2025 mendatang, Aljazair dapat menggaet 11 juta wisatawan dalam setahun. Ia menambahkan:

“Kami sedang membangun, dan kami tidak dapat  mengharapkan dibulan mendatang akan  dapat menggaet  ratusan ribu wisayatawan. Kami  sekarang dengan sabar dan  secara bertahap membangun sarana dasarnya. Kami memerlukan  infra struktur dan  personal. Sebelum itu tersedia atau rampung kami tidak akan melakukan kampanye atau promosi secara besar-besaran”.

Sementara itu, hotel-hotel yang telah beroperasi di Aljazair, untuk liburan pertengahan tahun ini, telah habis dipesan. Terutama yang memesan adalah wisatawan domestik, yakni warga Aljazair sendiri. Disamping itu tercatat sekitar 1,7 juta wisatawan dari mancanegara. Sebagian besar adalah warga Aljazair dan keluarganya yang tinggal diluar negeri. Dan lebih dari setengah juta warga Eropa melirik Aljazair sebagai tempat tujuan wisata. Tapi selama ini, sebagian besar diantaranya pedagang atau pengusaha.

Aljazair memiliki rentangan sejarah yang panjang. Dengan membangun kawasan pemukiman, pada abad ke 19, Perancis mulai menapakkan kekuasaannya dinegara dikawasan Afrika Utara itu.  Perancis  memperkerjakan penduduk pribumi untuk mengembangkan kegiatan pertanian secara besar-besaran.  Kemudian pada tahun 1848, Perancis menyatakan Aljazair sebagai bagian dari wilayahnya. Untuk mengokohkan kekuasaannya, Perancis menumpas setiap gerakan perlawanan. Tapi rakyat Aljazair  tidak kenal menyerah. Secara serentak tanggal 1 November 1954, rakyat Aljazair  melancarkan perang  kemerdekaan terhadap penguasa kolonial Perancis. Akhirnya, pada tanggal 3 Juli 1962, Aljazair meraih kemerdekaan.  Kemudian terutama pada tahun 90-an, Aljazair diwarnai  dengan aksi teror dan tindak kekerasan, setelah kemenangan Partai Penyelamat  Islam FIS dalam pemilihan umum.Dewan Negara yang dikuasai kelompok militer mengambil alih kekuasaan dan menyatakan keadaan darurat.Serta melarang Partai Front Penyelamat Islam FIS.  Kelompok Islam ini melakukan  gerakan bawah tanah, dengan melancarkan perlawanan   aksi teror  serta  tindak kekerasan., dan mewarnai  kehidupan sehari-hari di Aljazair yang saat ini berpenduduk  sekitar 34 juta jiwa.

Dengan terjadinya berbagai tindak kekerasan, aksi teror  dan pertarungan kekuasaan  ditahun-tahun belakangan mengakibatkan  terabaikannya  kegiatan pembangunan dinegara ini. Disamping tentunya, menimbulkan situasi  keamanan yang rawan. Jadi tidaklah mengherankan, bila dibeberapa kawasan dinegara  ini, masih tetap dilakukan pengamanan dan  penjagaan yang ketat. Termasuk tentunya, kawasan wisata. Pengamanan  yang ketat, dan dapat munculnya ancaman serangan teror dan aksi kekerasan, membuat para wisatawan mancanegara berfikir dua kali untuk  melancong kenegara ini.  Gambaran ini yang hendak diubah pemerintah Aljazair, untuk dapat menarik  wisatawan. Menciptakan keamanan bagi para wisawatan dan melengkapi sarana pendukung kegiatan pariwisata. Mengenainya Jamal Zenguine. dari Badan Penanaman Modal  Asing di Aljazair menambahkan:

“Dari penghasilan minyak bumi, kami membangun infra struktur, jalan-jalan, jalur kereta api. bandar udara, pelabuhan laut dan lainnya. Kami juga membangun sarana yang diperlukan para investor. Aljazair saat ini, ibarat sebuah proyek bangunan raksasa. Dimana-mana dibangun perumahan, jalan, dan fabrik. Aljazair sekarang benar-benar merupakan proyek bangunan besar dialam terbuka”.

Selain bidang pariwisata, pemerintah Aljazair juga menggalakkan  pembangunan dibidang industri, pertanian, penangkapan ikan dan lingkungan. Untuk itu para investor asing tidak tinggal diam untuk ambil bagian. Penanaman  modal terbesar di Aljazair berasal dari negara-negara dikawasan Teluk yang kaya minyak. Perusahaannya membangun komplek perhotelan mewah dikawasan pantai, dengan meniru gaya arsitektur proyek yang sama di Dubai. Banyak beton dan kolosal. Mengenainya Menteri Pariwisata Aljazair  Cherif Rahmani mengatakan:

“Dimana- mana kami menyediakan 80 persen lahan hijau. Disebuah kawasan kota harus menunjukkan ciri modern. Apakah Anda suka atau tidak?. Semua kota besar didunia membangun gedung tinggi.Lihatlah proyek di Paris, New York, atau London. Orang tak dapat mengkritik kami, karena membangun gedung tinggi. Tapi saya tekankan, bangunan tinggi ini, harus dibatasi dengan persyaratan mutu dan tempat dimana akan dibangun”

Apakah kegiatan pembangunan diberbagai bidang yang saat ini sedang digalakkan pemerintah Aljazair, juga memberikan keuntungan bagi rakyat banyak?. Pemerintah Aljair mengatakan, rakyat banyak akan memetik keuntungannya. Antara lain , dengan tersedianya lapangan kerja. Untuk  sektor pariwisata akan dapat diciptakan 200 ribu lapangan kerja. . Belum lagi disektor  lainnya yang saat ini sedang  giat dibangun dan dikembangkan di Aljazair. . Meskipun demikian harus banyak yang mesti dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kehidupan rakyat. Mengapa?. Kepala perwakilan Lembaga Bantuan  Tehnik Jerman GTZ di Ibukota Aljazair, Aljier, Hans Karpe mengatakan:

“Aljazair telah melalui perjalanan yang amat sulit. Yakni melewati jaman perang kemerdekaan, yang menewaskan lebih dari 1,5 juta orang. Juga telah melewati jaman Arabisasi, yang memberikan dampak terhadap sistem  pendidikan. Jaman sosialis dan fundamentalis juga telah dilewati. Tapi sisa dan bekasnya, masih terdapat dimana-mana”.(ar)