Volume Produksi Minyak OPEC Akan Bertambah 5 Juta Barel Per Hari pada Tahun 2012

Menurut Kantor Berita Xinhua, Kantor Berita Aljazair kemarin (14/5) melaporkan, Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair, Chakib Khelil baru-baru ini selaku Ketua Bergilir OPEC menyatakan, hingga tahun 2012, kesanggupan produksi minyak negara-negara anggota OPEC akan bertambah 5 juta barel per hari.

Chakib dalam wawancara dengan wartawan suatu majalah Inggris mengatakan, bahwa sebagian besar pertambahan minyak mentah dihasilkan dari Aljazair, Libia dan Arab Saudi. Dikatakannya, negara-negara anggota OPEC secara merata mengharapkan mengeksploitasi ladang minyak yang baru, agar meningkatkan kesanggupan produksi minyak lebih lanjut.

(http://indonesian.cri.cn/1/2008/05/15/1@81627.htm)

 

kedutaan denmark di aljazair ditutup

Kantor berita AFP melaporkan, menyusul penutupan kedutaan besarnya di Afganistan dan Aljazair karena alasan ancaman keamanan, Denmark kemungkinan akan menutup sementara kedutaan besarnya di seluruh dunia.
Media-media Denmark Februari lalu kembali memuat karikatur penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW yang direaksi keras oleh umat Islam sedunia. [irb/cha/www.hidayatullah.com]

Presiden Mesir & Presiden Aljazair Harap Penyelesaian Masalah Lebanon Akan Bantu Bentengi Solidaritas Arab

Presiden Mesir Hosni Mubarak, Senin, mengatakan penyelesaian krisis pemilihan presiden di Lebanon akan membantu meningkatkan hubungan antar-Arab, kata juru bicara presiden Suleiman Awad.Mubarak mengeluarkan pernyataan itu selama pembicaraan dengan Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika, yang sedang berkunjung ke Mesir, demikian laporan kantor berita resmi negeri tersebut, MENA, yang mengutip Awad setelah pertemuan kedua pemimpin tersebut.

Mubarak menyampaikan harapannya bahwa terobosan akan meredam perbedaan antara negara Barat dan meningkatkan hubungan antar-Arab. Ia juga mengatakan penyelesaian kebuntuan politik di Lebanon mesti menandai awal tindakan itu, kata Awad.

Lebanon saat ini menghadapi kebuntuan politik paling serius sejak berakhirnya perang saudara 1975-1990. Untuk pertama kali dalam sejarahnya, kursi presiden telah kosong sejak presiden Emile Lahoud mengakhiri masa jabatannya November lalu.

Bulan lalu, Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri menunda sidang parlemen untuk memilih presiden baru yang dijadwalkan berlangsung 25 Maret hingga 22 April, penundaan ke-17 sejak 25 September lalu.

Menurut MENA, Mubarak juga membahas dengan Bouteflika, yang tiba di Kairo, Ahad, untuk kunjungan dua hari, situasi di Suriah, Irak dan Somalia serta keadaan di wilayah Teluk, masalah nuklir Iran serta Darfur.

Pada Ahad, kedua pemimpin itu juga menyelenggarakan pertemuan mengenai perkembangan regional, cara meningkatkan solidaritas Arab dan meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan serta penanaman modal. (*/cax)

Algeria Closes 2 Churches for ‘Missionizing’

Written by Yaniv Berman
Published Monday, March 17, 2008

The Algerian authorities have ordered the closure of two Protestant churches in the northern district of Tizi Wazou, in order to investigate alleged “illegal activities,” the Algerian daily Akhbar Al-Yawm reports.

“They are trying to establish a minority, which might give foreign powers a pretext to intervene with Algeria’s domestic affairs,” Minister of Religious Affairs Bu ‘Abdallah Ghoulamullah told reporters.

The authorities in Tizi Wazou have also summoned Protestant clergymen for investigation. The decision was taken in full cooperation with the security authorities, in order to find out if these churches have broken the law, Ghoulamullah said.

Recently, the Algerian media began investigating the alleged growth of Christianity in the country. A recent report by the local daily Al-Khabar indicated that Christians in Algeria were engaged in missionizing Muslims. According to its report, more than 3,000 Algerians from Tizi Wazou have recently been converted.

Ghoulamullah also stated that Evangelists were offering €5,000 (about $7,700) to any Muslim who converted, according to Mission Network News.

An anti-conversion law was passed in 2006. Violators face a five-year jail sentence and a one million-dinar fine (about $15,000) for anyone who tries to convert Muslims to other religions.

The International Religious Freedom Report 2007 issued by the United States State Department indicates that there are 3,000 members of Evangelical churches and 300 Catholics living in Algeria, mostly in the northern districts.

In addition, the report states that a significant proportion of the country’s Christian foreign residents are students and illegal immigrants from sub-Saharan Africa seeking to reach Europe. Their numbers are difficult to estimate, the report says.

The recent campaign against Christian churches in the country has also led to an Algerian court order against U.S.-born Reverend Hugh Johnson, president of the Protestant Church in Algeria. The court ordered Johnson to leave the country by March 11.

According to Ghoulamullah, the order had nothing to do with Johnson’s involvement in missionizing activities.

“His visa expired,” Ghoulamullah explained.

Johnson has lived in Algeria for 45 years and has headed the Protestant Church there since 2006.

16 Orang Cidera Akibat Ledakan Bom di Aljazair

Monday, 17 March 2008

Akibat ledakan bom di Aljazair sedikitnya menewaskan satu orang dan menciderai 16 orang lainnya. Seperti dilaporkan IRNA kemarin, sekelompok orang bersenjata melarikan diri setelah meledakkan dua bom di rute yang dilalui konvoi militer di wilayah Al-Awanah di negara bagian Jijel.

Berdasarkan laporan tersebut, pelaku aksi tersebut adalah anggota Kelompok Salafi untuk Dakwah dan Pertempuran di Aljazair. Pemerintah Aljazair menyebut kelompok tersebut sebagai Al Qaidah dan beroperasi di Maroko barat dan bertanggung jawab atas berbagai aksi teror di negara ini.

disadur dari: http://indonesian.irib.ir/

OPEC: Kenaikan Harga Minyak Akibat Spekulasi

Senin, 17 Maret 2008
ALJAZAIR (Suara Karya): Presiden OPEC, Chakib Khalil, mengatakan tingginya harga minyak dunia dewasa ini akibat spekulasi dan penurunan dolar AS, bukan karena kurangnya produksi minya

Kantor berita Aljazair APS, Senin, mengutip Khelil yang juga menteri pertambangan dan energi Aljazair, mengatakan bahwa harga minyak tidak bergerak naik karena kurangnya produksi, namun lebih akibat dampak spekulasi.
Menurut Khelil, kenaikan harga ini juga tidak berkaitan dengan kurangnya produksi tapi terkait dengan devaluasi dolar AS, yang telah memberikan peluang bagi para spekulator untuk menanamkan modalnya di minyak.
Harga minyak dunia merambat naik hingga mencapai rekor di atas 118 dolar AS per barel. (Reuters/Ant/Adi)

diambila dari : www.suarakarya-online.com

Produk Beton WIKA Tembus Pasar Aljazair

Kesempatan WIKA bekerjasama dengan Konsorsium Jepang COJAAL (Kajima, Taisei, Nisimatsu, Hazema dan Teken) untuk membangun 57 jembatan di Aljazair berbuah manis untuk teknologi Beton WIKA. WIKA dipercaya menyediakan 705 balok beton pra cetak (precast concrete girder) dengan tinggi bervariasi antara 1,8 – 2,0 meter untuk pembangunan pekerjaaan infrastruktur berupa jembatan sejumlah 57 buah, 10 underpass dan 25 gorong-gorong beton (road box culvert) yang membentang sepanjang 100 km.Produk beton pracetak WIKA sudah dikenal sejak tahun 1978, dan berkembang pesat sehingga sat ini sudah memiliki 7 pabrik dengan lokasi tersebar di seluruh nusantara dan menguasai pasar hingga lebih dari 50 %. Berbagai produk beton pra cetak sudah dikenal dan digunakan luas pada berbagai proyek konstruksi; tidak hanya balok beton jembatan namun juga produk-produk pra cetak lain seperti Tiang Pancang Beton Pra Cetak (Prestressed Concrete Spun Piles), Turap Beton Pracetak (Prestressed Concrete Sheet piles), Pipa Beton Pracetak, Bantalan Jalan Rel Beton Pra cetak, Tiang Beton Pra cetak (Prestressed Spun Concrete Poles)
Penandatanganan kontrak dengan COJAAL telah dilakukan pada 22 Juni 2007 lalu dan sekaligus menandai dimulainya pembangunan pembangunan Highway â??East West Motorwayâ?? yang menghubungkan Aljazair Barat yang berbatasan dengan Maroko ke Aljazair Timur yang berbatasan dengan Tunisia senilai sekitar Rp 453 miliar atau setara dengan USD 50,4 juta yang meliputi penyediaan balok jembatan termasuk erection-nya. Selain itu, ke depannya WIKA berkeinginan akan membangun 4 pabrik beton pracetak (pre cast concrete) di Aljazair dan sekitarnya. Saat ini sudah ada 6 orang tim inti dan 17 pekerja sudah dikirim ke sana dan sudah ada 2 unit batching plant. Dalam tiga bulan akan diberangkatkan 60 orang tim manajemen dan 550 orang pekerja. Pada akhirnya akan mencapai 2000 orang. Dari jumlah tersebut 70% adalah warga negara Indonesia (WNI), 30% kewarganegaraan Aljazair dan lain-lain. Akhir Juli ini akan diberangkatkan 35 orang, Agustus sebanyak 100 orang, September 200 orang dan Oktober sisanya.Selain di Aljazair, sebelumnya WIKA juga telah menjalin kerjasama dengan Yongnam Holdings Ltd. (Perusahaan Konstruksi Singapura) membangun Stasiun Proyek Metro Dubai Light Train (MLTD), proyek kereta api layang yang menghubungkan tempat-tempat strategis di kota Dubai, Uni Emirat Arab. Proyek ini telah dimulai bulan Desember 2006 lalu dan rencana 11 stasiun tersebut selesai secara bertahap sampai dengan Maret 2008. Saat ini sedang negosiasi untuk tambahan 3 stasiun lainnya.

Kesempatan yang telah diperoleh WIKA ini, merupakan salah satu tujuan WIKA untuk mewujudkan VISI dan MISI 2010 menjadi perusahaan terkemuka di Asia Tenggara/Regional dan berkiprah di tingkat internasional. Sasaran perolehan kontrak Luar Negeri WIKA dicanangkan sebesar USD 60 juta, sementara ini sudah tercapai lebih kurang USD 50 juta. WIKA yakin akan mampu melakukan yang terbaik dalam aplikasi teknologi konstruksi dan beton tepat guna. Hal ini juga membuktikan bahwa SDM Indonesia mampu berkompetisi pada pasar luar negeri.

Kompetensi tingkat internasional ini tak terlepas dari kemampuan SDM WIKA dan bagaimana menjadikannya â??produkâ?? yang bersaing. Pengembangan SDM WIKA berdasar pada Competence Based Human Asset Management System (CBHAMS), yang mana titik keberhasilan pengembangan SDM WIKA bertumpu pada strength (kekuatan) yang dimiliki olah karyawan bersangkutan dipandang sebagai modal utama meningkatkan kinerja ekselen mewujudkan VISI dan MISI WIKA 2010. Dalam hal ini perusahaan berusaha menciptakan sinergi dengan memfasilitasinya dan memberi kesempatan berkembang pada karyawan. Selain itu, keunggulan lain mengapa WIKA mampu bersaing di dunia internasional adalah manajemen WIKA yang mengutamakan kualitas dan berinovasi serta berkemauan untuk belajar terus menerus, sehingga tumbuh menjadi learning organization; serta didukung oleh pelaksanaan Sistem Manajemen ISO 9001-2000 yang terintegrasi dengan Occupational Health & Safety Assesment Series (OHSAS) untuk safety.

Oleh karena itu, untuk mempertahankan ekselensi ini maka kualitas harus tetap dijaga dan melaksanakan sistem manajemen yang ada dengan penuh komitmen. Apalagi bila melihat cita-cita WIKA untuk menjadi terkemuka, baik kualitas produk maupun hasil usaha dan kewajiban sosialnya. Saat ini pun kegiatan manajemen bisa dievaluasi dan diukur dengan Balanced Score Card dan penerapan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) yang sesuai dengan penilaian standar internasional.

 

Tarif tinggi hambat ekspor ke Timteng

Kebijakan tarif impor yang tinggi dan kurangnya promosi menjadi kendala serius bagi eksportir untuk mendorong ekspor nonmigas Indonesia ke wilayah Timur Tengah. Direktur Timur Tengah Deplu Aidil Chandra Salim mengatakan pelaku bisnis Indonesia belum sepenuhnya menggarap potensi ekonomi Timur Tengah yang kelebihan likuiditas US$2,5 triliun. Dia menuturkan tarif impor masih relatif tinggi di wilayah Timteng meskipun beberapa negara telah mengurangi pajak masuk untuk produk impor hingga menjadi lebih kecil dari rata-rata 5%.

“Namun, terdapat beberapa negara Timur Tengah seperti Aljazair, Sudan dan Arab Saudi, masih memproteksi produk pertanian mereka melalui tarif yang mencapai lebih dari 20%,” katanya dalam makalah seminar produk halal, pekan lalu.

Menurutnya, tarif yang tinggi membuat daya saing produk impor di pasar lokal. Penyerapan produk Indonesia kalah dibandingkan dengan negara nonmuslim seperti Filipina, Thailand, Australia, dan Selandia Baru.

Dia berharap ada peningkatan kerja sama perjanjian bilateral ekonomi antara Indonesia dengan negara-negara Petrodolar tersebut. Indonesia memiliki perjanjian bilateral perdagangan dengan Maroko (1988), Jordania (Trade and Economic Agreement 1986) Aljazair (1987), Yaman (Trade Agreement 1998 dan Trade Promotion Cooperation 2005) dan Kuwait (2007).

Tarif Impor di Timur Tengah (%)
Semua jenis Produk pertanian Produk industri
Aljazair 16 22 14
Bahrain 5 22 4
Sudan 12 25 11
Iran 26 29 26
Arab Saudi 12 22 10
Qatar 4 8 4
Suriah 4 8 4
Tunisia 4 8 4
Turki 4 53 1
UEA 5 18 4
Yaman 6 5 6
Oman 5 21 4
Maroko 12 22 10
Lebanon 9 30 6
Kuwait 4 3 4
Yordania 12 22 10
Mesir 4 3 4

Sumber: ITC Comtrade Statistic

Aidil menjelaskan produk Indonesia di pasar Timteng memiliki nilai jual dan harga yang tinggi karena masuk melalui Singapura dan Dubai. Kondisi itu, ujarnya membuat produk RI kalah bersaing dengan komoditas negara lain.

“Selain itu terdapat hambatan teknis termasuk nontariff dan masih diperlukan legalisasi dokumen ekspor,” ujarnya.

Di samping itu, Aidil mengemukakan penyesuaian anggaran nasional dan penghematan biaya departemen teknis telah mengurangi kegiatan promosi Indonesia di luar negeri termasuk Timteng.

Dampaknya, partisipasi Indonesia pada pameran-pameran dagang internasional di wilayah Timteng selama 2007 tercatat berkurang sementara pesaing dari negara Asia lainnya getol mengikuti kegiatan tersebut.

Eksportir Indonesia, ujarnya, perlu memahami budaya bisnis Timteng yang mengutamakan tampilan produk, kualitas tinggi dengan harga murah, promosi langsung dari mulut ke mulut yang ampuh dan menonjolkan courtesy.

Kawasan potensial

Dia menambahkan wilayah Timur Tengah merupakan kawasan yang potensial sebagai sasaran ekspor nonmigas yang bervariasi dari Indonesia, tidak hanya mengandalkan produk industri otomotif dan telekomunikasi.

Aidil menjelaskan angka permintaan dalam negeri Arab Saudi, Kuwait dan Uni Emirat Arab untuk produk pertanian tidak seimbang dengan produksi yang didukung teknologi canggih.

Kondisi itu, ujarnya membuat negara-negara Petrodolar itu tetap mempertahankan kebijakan impor. Selain itu, ujarnya, sifat masyarakat Timur Tengah yang konsumtif, menjadi penyebab tingginya permintaan dalam negeri.

Pada 2006, impor migas negara Timur Tengah dari Indonesia mencapai US$55,59 juta, sedangkan impor nonmigas mencapai US$4,16miliar. Pada Januari-Oktober tahun lalu, impor Timur Tengah hanya mencatatkan transaksi pada nonmigas sebesar US$4,4 miliar. (fahmi.achmad@bisnis.co.id)

Oleh Fahmi Achmad
Bisnis Indonesia